Top
Begin typing your search above and press return to search.

Kirab 'Punden' dan 'Belik' bukti peradaban di Kudus masih terjaga

Kekayaan tradisi dan budaya Kabupaten Kudus Jawa Tengah masih terjaga hingga saat ini. Salah satunya adalah kirab punden (leluhur desa) dan belik (sumber mata air) yang menjadi rangkaian Ta'sis (hari jadi) Masjid Al-aqsha Menara Kudus ke-489.

Kirab Punden dan Belik bukti peradaban di Kudus masih terjaga
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Kekayaan tradisi dan budaya Kabupaten Kudus Jawa Tengah masih terjaga hingga saat ini. Salah satunya adalah kirab punden (leluhur desa) dan belik (sumber mata air) yang menjadi rangkaian Ta'sis (hari jadi) Masjid Al-aqsha Menara Kudus ke-489. Penjabat Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie mengapresiasi upaya nguri-uri budaya tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Kudus saat apel pelepasan peserta kirab di halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (28/1) kemarin.

Warisan filosofi Sunan Kudus (Syekh Ja'far Sodiq) disebut Pj. Bupati memiliki arti luar biasa. Di antaranya adalah rasa toleransi yang tinggi dan Gusjigang yang berarti bagus perilaku, bagus ngaji, dan pintar berdagang.

Petuah baik itu bahkan menjadi pedoman masyarakat Kabupaten Kudus hingga sekarang. Hal itu tergambar dalam Ta'sis masjid yang merupakan peringatan berdirinya Masjid Al-aqsha Menara Kudus, cikal bakal Kabupaten Kudus.

Hasan mengungkapkan air yang berasal dari berbagai punden dan belik adalah bentuk keberagaman. Perbedaan itu menjadi satu dan menciptakan persatuan. Pihaknya menjelaskan darimanapun sumber mata air pasti membawa kesejukan dan kondusifitas. Pj. Bupati menyampaikan kirab menjadi media untuk meningkatkan kondusifitas dan perhatian masyarakat dalam menjaga tradisi yang ada.

"Air dimanapun tempanya membawa kesejukan dan kondisifitas. Semoga Kabupaten Kudus makin sejuk dan kondusif. Serta istikamah menjaga tradisi," pesannya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (29/1).

Usai melepas peserta kirab, Pj. Bupati beserta istri Aini Hasan Chabibie, dan Forkopimda Kabupaten Kudus memeriahkan kirab dengan naik delman hingga ke area depan Menara Kudus. Perjalanan yang ditempuh sekitar 1,5 kilometer.

Sampai di depan Menara Kudus, Hasan menuangkan air dari punden dan belik ke satu wadah yang selanjutnya dicampur dengan banyu penguripan dari sumur Menara. Campuran air dari berbagai sumber itu kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Menurut Sekretaris Perhimpunan Pemangku Punden dan Belik (P3B) Abdul Jalil, Ta'sis itu merupakan peringatan untuk mengenang pendirian Masjid Al-Aqsha Menara oleh Sunan Kudus. Ta'sis dilaksanakan setiap 19 Rajab.

Pada 2024, terdapat 500 belik dan punden yang terdaftar. Terdiri dari 49 belik 451 punden. Meskipun begitu, hanya 30 persen dari total keseluruhan anggota yang mengikuti kirab punden dan belik.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire